Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 15 Desember 2007, saya di tilang dikarenakan tidak mengenakan sabuk keselamatan (safety belt) padahal saya lihat banyak sekali kendaraan lainnya

yg tidak menggunakan tapi tidak ditilang (dalam hati saya mungkin karena plat mobil saya diawali dengan B bukan BK maupun BB ) maka mobil saya diberhentikan.

Polisi 1 : Selamat siang pak
Saya : Siang pak
Polisi 1 : Tolong perlihatkan SIM dan STNKnya ?

setelah tidak menemukan kesalahan dari surat-surat barulah mereka mencari kesalahan dan memang ketelodoran saya tidak menggunakan safety belt.

Polisi 1 : Safety belt bagus begini koq tidak dipakai
Polisi 1 : Tolong bapak keluar dari kendaraan dan temui Polisi yg ada disana
Polisi 2 : Bapak tahu kesalahannya apa pak ?
Saya : Gak tahu pak, (pura-pura saya)
Polisi 2 : Bapak tidak menggunakan sabuk keselamatan. (Polisi ini sambil menunjukan buku primbonnya) ternyata saya telah melanggar pasal 61 (2),(3) dan UULAJ Yo 70 PP.44
Polisi 2 : Bagaimana ini,saya tilang saja pak ? (mungkin Polisi ini berharap saya mau diajak damai)

Karena seringnya saya mendapatkan email dan membaca artikel di internet mengenai slip tilang berwarna biru, saya memberanikan diri untuk meminta slip biru tersebut

Saya : Tilang saja pak, tapi saya minta slip biru yang warna biru pak !
Polisi 2 : Kenapa kamu minta slip yg biru ? (Polisi ini ga tau atau memang pura-2)
Saya : Biar saya bayarkan denda nya langsung dan tidak perlu hadir disidang
Polisi 2 (Sibuk mengisi form tilang dengan identitas saya spt nama dan alamat), setelah selesai dia berikan slip biru tsb ke saya
Saya : Loh koq tidak ada besar dendanya dan no. rekeningnya pak ?
Polisi 2 : Bapak harus ikut sidang untuk tahu besar dendanya berapa. Memangnya kamu mau kalo saya bikin disitu 300 ribu (setahu saya, mereka juga mempunyai daftar harga resmi denda di dalam daftar pasal-pasal yg ditunjukkan kepada saya)

Saya : (ooo…rupanya Polisi ini tetap memancing saya untuk mengajak sidang ditempat alias damai di tempat sehingga mempersulit saya)
Saya : Gini aja pak, kita damai aja lah !!!
Polisi 2 : Ooooo tadi bapak yg mau tilang, kita sih ikut saja apa mau bapak !!!
Saya : Ya sudah pak, berikan slip biru nya dan tolong kembalikan STNK nya, SIM saya yang bapak ambil bukan STNKnya

Lihat aturan ini, dimana Polisi tidak bisa menahan STNK kita kecuali kendaraannya yang bermasalah

Polisi 2 : Tidak bisa pak, STNK yg saya tahan. (sambil mengantongi STNK saya ke dalam sakunya)
Saya : Dengan bapak siapa ini ?
Polisi 2 : Disitu sudah ada pak !
Saya : Gak jelas disini pak !
Polisi 2 : Tadi dikasih slip merah gak mau, khan jelas disana !!
Saya : Boleh saya pinjam pulpen nya pak, biar saya tulis nama bapak
Polisi 2 : (pulpen nya langsung dimasukkan nya juga kedalam saku) sambil ngedumel gak jelas
Saya : (sekilas saya lihat namanya …. Napitupulu), langsung saya kembali ke kendaraan saya sambil membawa slip biru tersebut dan disana tertera tanggal persidangan jatuh pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2007 jam 10.00 pagi

Dalam penantian hari persidangan, saya melakukan searching di internet untuk mengetahui berapa tarif denda resmi untuk wilayah sumatera utara, tetapi tidak saya dapatkan informasi. Yang saya dapatkan hanya tarif resmi untuk wilayah DKI Jakarta dan Surabaya, lumayan lah setidaknya tahu berapa besarnya denda yg saya harus bayar. Selain itu juga, saya minta bantuan kawan di kantor yg memang selalu berurusan dengan pihak POLRES TOBASA dan dia bilang tidak ada disana, dugaan saya juga pastinya di pegang sama Polisi 2 dan tidak di simpan di Polres

Hari Persidangan
Rabu, 19 Desember 2007

Dengan berbekal daftar tarif denda resmi yang sudah saya cetak untuk acuan argumentasi nantinya dengan hakim, kemudian saya berangkat ke Kejaksaan Negeri Balige dan tiba disana pukul 10.05 pagi

Saya : Selamat pagi bu
Kejaksaan 1 : Pagi pak
Saya : Saya mau sidang tilang dimana bu ?
Kejaksaan 1 : Bapak masuk dari pintu samping disini, temui boru ini xxxx (saya lupa namanya)
Saya : Permisi bu, saya mau sidang tilang sekalian saya serahkan slip biru tersebut
Kejaksaan 2 : Silakan bapak tunggu di ruangan tunggu sekitar 30 menit lagi, atau bapak bisa jalan-jalan dulu
Saya : Terima kasih bu, saya tunggu disini saja ( mungkin hakimnya belum datang, dalam benak saya)

Dalam setengah jam menunggu, sudah mulai banyak pesakitan seperti saya (terdakwa) datang dan menyerahkan slip merah kepada Polisi tersebut. Sambil saya menunggu persidangan, saya perhatikan semua ruangan saya menunggu tapi tidak saya temukan Ruang Sidang hanya terdapat kamar-kamar yg di labeli dengan No. Ruangan dan Nama Petugasnya.
Kemudian tiba-tiba terdengar nama disebutkan dari ruangan dimana saya serahkan slip biru, tetapi bukan nama saya melainkan nama terdakwa yg lain. Koq bukan saya pertama yg dipanggil, karena saya datang terlebih dulu dibandingkan mereka.
Setelah terdakwa 1 keluar, di panggil lagi nama yg selain saya..

Terdakwa 1 : Waduh kena 100 ribu aku, dalam logat bataknya
kemudian keluar lagi terdakwa 2 dari ruangan tersebut
Saya : Kena berapa bang ?
Terdakwa 2 : 70 ribu
Saya : Kesalahan nya apa bang ?
Terdakwa 2 : Warna box beda
Saya : (tanpa saya tanya lagi lebih detil, mungkin maksudnya warna mobil box nya beda)
Terdakwa 2 : Waduh, bisa minta tanda terima tidak yah ? bagaimana gantinya nanti nih sama tokek (bos)
Saya : seharusnya ada bang

Setelah terdakwa 3 keluar dari ruangan itu, tiba lah nama saya disebutkan. Kemudian saya masuk ke ruangan tersebut berbarengan dengan terdakwa 2.

Terdakwa 2 : Bu, saya minta tanda terimanya
Kejaksaan 1 : Disini tidak ada tanda terima kayak gitu pak, kita tanda terimanya langsung sekaligus dari BRI nya
Terdakwa 2 : Ini supaya bisa diganti sama tokek saya bu
Kejaksaan 1 : Suruh saja tokek mu telpon kesini dan bicara sama saya
Kejaksaan 3 : Ya, suruh saja tokek mu telpon kesini dan bicara juga sama saya. Kau takut rupanya tidak diganti sama tokek mu yah ?
(petugas yg satu ini, sepertinya atasan dari kejaksaan 1 namanya Polim Siregar)
Terdakwa 2 : (keluar dari ruangan, sambil garuk-gruk kepala)
Saya : Berapa denda nya bu ?
Kejaksaan 1 : 70 ribu (tanpa diperlihatkan daftar tarif denda resminya),
(dalam benak saya berkata; hebat betul, ibu ini hafal semua tarif denda atau jangan-jangan dipukul rata semua pelanggran menjadi 70 ribu)
Saya : Langsung saya bayar dengan uang pas (sempat terlintas dalam pikiran saya, mau menanyakan mana daftar dendanya.. tapi saya urungkan karena saya pikir dendanya masih dibawah tarif DKI Jakarta (100 ribu) daripada nantinya malah mereka tidak berikan STNK saya dan juga berhubung saya ini perantauan di kampung orang…
Kejaksaan 1 : Tolong bapak tanda tangan disini sebagai tanda terimanya

Ternyata bayangan saya selama ini untuk proses persidangan tilang dimana ada seorang hakim dan dihadiri oleh petugas polisi yang menilang tidak saya temukan di Balige, semoga saja uang tilang yang mereka kutip dari para pelanggar mereka setorkan ke negara… Bisa di bayangkan dalam sehari kemungkinan besar tilang yang di kutip bisa mencapai lebih dari 500 ribu rupiah